Hitung upah lembur Anda
Isi upah sebulan dan jumlah jam lembur. Tarif berbeda untuk hari kerja biasa dan hari libur (acuan Oktober 2026).
Yang gratis vs PRO — bedanya di mana?
Kalkulator di atas gratis selamanya untuk hitung cepat. Kalau kebutuhan Anda lebih dari itu, ada jalur naik yang jelas:
✓ Gratis — halaman ini
- Hitung cepat upah lembur per hitungan
- Di browser, tanpa daftar, data tidak disimpan
- Tarif hari kerja & hari libur sesuai PP 35/2021 (Okt 2026)
- Hasil: total + rincian per jenis hari
PRO — $9 sekali bayar
- Kelola 30 SKU dalam satu file tersimpan
- Peringatan rugi otomatis per SKU + rekap bulanan
- Tabel tarif 4 marketplace 2026 siap pakai
- File Excel offline, bisa dibuka di Google Sheets
📖 Baca juga: Kalkulator Pesangon PHK — hak UP, UPMK & UPH sesuai PP 35/2021, plus Kalkulator PPh 21 TER 2026 — potongan pajak atas penghasilan termasuk lembur.
Cara menghitung upah lembur
Upah lembur dihitung dari upah per jam, dan upah per jam diperoleh dengan membagi upah sebulan dengan angka 173. Upah sebulan yang dimaksud adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap — bukan total take-home pay yang mencakup bonus atau tunjangan tidak tetap.
Hari kerja biasa: jam ke-1 → 1,5× · jam ke-2 dst → 2×
Hari libur (6 hari kerja): jam 1–7 → 2× · jam ke-8 → 3× · jam 9–11 → 4×
Logika tarifnya bertingkat: semakin lama Anda lembur, semakin mahal harga per jamnya. Di hari kerja biasa, jam pertama lembur dihargai 1,5 kali upah per jam — semacam "tarif pembuka" — sedangkan jam kedua dan seterusnya naik menjadi 2 kali. Ini mencerminkan bahwa lembur yang berkepanjangan semakin membebani pekerja, sehingga kompensasinya pun naik.
Di hari libur, tarifnya lebih tinggi karena Anda mengorbankan waktu istirahat penuh. Untuk perusahaan dengan sistem 6 hari kerja, tujuh jam pertama lembur di hari libur dibayar 2 kali upah per jam, jam kedelapan naik menjadi 3 kali, dan jam kesembilan sampai kesebelas menjadi 4 kali. Struktur bertingkat ini membuat satu hari lembur penuh di hari libur bisa bernilai lebih dari tiga kali lipat upah harian normal Anda.
Dua batas penting yang perlu diingat. Pertama, lembur dibatasi maksimal 4 jam per hari. Kedua, total lembur maksimal 18 jam per minggu. Batas ini melindungi pekerja dari eksploitasi jam kerja yang berlebihan — lembur di atas batas tersebut tidak sesuai ketentuan. Selain itu, lembur pada prinsipnya membutuhkan persetujuan pekerja; perusahaan tidak bisa memaksakan lembur sepihak di luar kesepakatan.
Perhatikan juga: upah lembur adalah bagian dari penghasilan kena pajak. Artinya, upah lembur yang Anda terima ikut dihitung dalam PPh 21 atas penghasilan Anda — jadi nominal yang masuk ke rekening bisa sedikit lebih kecil dari hasil kalkulator ini setelah dipotong pajak.
Acuan tarif lembur (Oktober 2026)
| Jenis hari | Jam ke- | Tarif × upah/jam |
|---|---|---|
| Hari kerja biasa | 1 | 1,5× |
| Hari kerja biasa | 2 dan seterusnya | 2× |
| Hari libur (6 hari kerja) | 1–7 | 2× |
| Hari libur (6 hari kerja) | 8 | 3× |
| Hari libur (6 hari kerja) | 9–11 | 4× |
| Batasan | Ketentuan |
|---|---|
| Dasar hitung | Upah sebulan = gaji pokok + tunjangan tetap |
| Pembagi upah per jam | 173 |
| Maksimal lembur | 4 jam/hari, 18 jam/minggu |
Dasar hukum: PP 35/2021 Pasal 31 tentang waktu kerja lembur. Acuan per Oktober 2026 — untuk perubahan terbaru, verifikasi di JDIH Kemnaker atau situs resmi pemerintah.
Contoh perhitungan
Dewi memiliki upah sebulan Rp8.650.000 (gapok + tunjangan tetap). Upah per jamnya = Rp8.650.000 ÷ 173 = Rp50.000.
Lembur 3 jam di hari kerja biasa: jam ke-1 = 1,5 × Rp50.000 = Rp75.000; jam ke-2 = 2 × Rp50.000 = Rp100.000; jam ke-3 = 2 × Rp50.000 = Rp100.000. Total = Rp275.000.
Lembur 5 jam di hari libur: jam 1–5 semuanya dalam rentang 2× → 5 × 2 × Rp50.000 = Rp500.000.
Gabungan keduanya dalam satu periode: Rp275.000 + Rp500.000 = Rp775.000 — persis seperti yang dihitung kalkulator di atas dengan nilai default.
Lembur panjang di hari libur (10 jam): jam 1–7 = 7 × 2 × Rp50.000 = Rp700.000; jam ke-8 = 3 × Rp50.000 = Rp150.000; jam 9–10 = 2 × 4 × Rp50.000 = Rp400.000. Total = Rp1.250.000 untuk satu hari — menunjukkan betapa mahalnya tarif jam-jam akhir.
Kesalahan umum
1. Memakai total take-home pay sebagai dasar. Dasar hitung lembur hanya gaji pokok + tunjangan tetap. Memasukkan bonus, insentif, atau tunjangan tidak tetap akan menggelembungkan hasil dan tidak sesuai ketentuan.
2. Tarif flat 2× untuk semua jam. Banyak yang menyederhanakan semua lembur menjadi 2×. Padahal jam pertama hari kerja hanya 1,5×, sementara jam-jam akhir di hari libur bisa 3× atau 4×. Selisihnya signifikan untuk lembur panjang.
3. Mengabaikan batas 4 jam/hari dan 18 jam/minggu. Lembur 6 jam sehari mungkin "dibayar" perusahaan, tetapi secara ketentuan sudah melewati batas. Pekerja berhak menolak lembur yang melampaui batas tanpa persetujuan yang jelas.
4. Lupa bahwa upah lembur kena PPh 21. Nominal kalkulator adalah upah lembur bruto. Setelah dipotong PPh 21, yang diterima bersih sedikit lebih kecil — jangan kaget saat melihat slip gaji.