Hitung tagihan pascabayar per bulan
Pilih golongan dan daya terpasang, isi pemakaian bulan ini — kalkulator otomatis menerapkan rekening minimum bila pemakaian Anda di bawahnya.
Hitung token prabayar (pulsa listrik)
Isi nominal token dan PPJ daerah Anda — lihat berapa kWh yang benar-benar masuk ke meteran.
Yang gratis vs PRO — bedanya di mana?
Kalkulator di atas gratis selamanya untuk cek tagihan dan token rumah tangga. PRO adalah produk berbeda untuk kebutuhan berbeda:
✓ Gratis — halaman ini
- Hitung tagihan pascabayar + rekening minimum
- Konversi token prabayar setelah PPJ daerah
- Semua golongan rumah tangga R-1 s/d R-3, tarif 2026
- Di browser, tanpa daftar, data tidak disimpan
PRO — $9 sekali bayar
- Template Excel untuk penjual marketplace: laba per pesanan
- Kelola 30 SKU + peringatan rugi otomatis + rekap bulanan
- Tabel tarif 4 marketplace 2026 siap pakai
- Cocok bila listrik toko/gudang Anda adalah biaya operasional usaha yang harus dipisah dari laba
📖 Baca juga: Kalkulator Bunga KPR — pengeluaran rumah tangga terbesar setelah listrik: bandingkan angsuran flat vs efektif vs anuitas sebelum tanda tangan akad.
Tarif listrik PLN 2026 per golongan rumah tangga
Berbeda dengan anggapan banyak orang, tarif listrik rumah tangga PLN tidak progresif berjenjang: setiap golongan memiliki satu tarif flat per kWh yang ditentukan oleh daya terpasang (VA). Tidak ada "loncat tarif" saat pemakaian melewati angka tertentu — yang berubah hanyalah total pemakaian Anda, dan untuk pelanggan pascabayar ada rekening minimum. Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan tarif listrik dibekukan sepanjang tahun 2026: penyesuaian triwulanan yang biasanya mempertimbangkan kurs rupiah, inflasi, dan harga energi ditahan demi menjaga daya beli masyarakat. Tabel berikut berlaku untuk seluruh tahun 2026:
| Golongan | Daya terpasang | Tarif per kWh | Keterangan |
|---|---|---|---|
| R-1/TR | 450 VA | Rp415 | Subsidi |
| R-1/TR | 900 VA | Rp605 | Subsidi |
| R-1/TR (RTM) | 900 VA | Rp1.352 | Non-subsidi — rumah tangga mampu |
| R-1/TR | 1.300 VA | Rp1.444,70 | Non-subsidi |
| R-1/TR | 2.200 VA | Rp1.444,70 | Non-subsidi |
| R-2/TR | 3.500–5.500 VA | Rp1.699,53 | Non-subsidi |
| R-3/TR | 6.600 VA ke atas | Rp1.699,53 | Non-subsidi |
Tiga hal penting dari tabel ini. Pertama, ada dua golongan 900 VA yang berbeda jauh: 900 VA subsidi (Rp605) hanya untuk rumah tangga yang terdaftar sebagai penerima subsidi, sedangkan 900 VA RTM (rumah tangga mampu, Rp1.352) membayar lebih dari dua kali lipat per kWh. Kedua, tarif di atas adalah tarif dasar sebelum PPJ — pajak penerangan jalan yang dipungut daerah Anda akan mengurangi isi token atau menambah tagihan. Ketiga, lompatan tarif terbesar terjadi di antara 900 VA RTM dan 1.300 VA yang sebenarnya kecil, serta di 3.500 VA ke atas; menaikkan daya dari 1.300 ke 2.200 VA tidak mengubah tarif per kWh sama sekali — yang naik hanyalah rekening minimum pascabayar Anda.
Cara menghitung tagihan pascabayar
Pelanggan pascabayar membayar setelah memakai listrik. Komponen intinya sederhana — pemakaian bulan ini dikalikan tarif golongan — tetapi ada satu aturan yang sering membuat orang kaget: rekening minimum.
Rekening Minimum = 40 jam × Daya terpasang (kVA)
Rekening minimum adalah pemakaian minimum yang ditagih PLN setiap bulan, setara 40 jam dari daya terpasang Anda. Daya 1.300 VA berarti minimum 52 kWh; daya 2.200 VA berarti 88 kWh; daya 6.600 VA berarti 264 kWh. Jika pemakaian Anda di atas angka minimum, Anda membayar sesuai pemakaian. Jika di bawahnya — rumah kosong, kos jarang ditempati, atau rumah kedua — Anda tetap membayar sebesar rekening minimum. Inilah sebabnya rumah yang "tidak dipakai sama sekali" tetap menerima tagihan setiap bulan.
Contoh 1: daya 1.300 VA, pemakaian 250 kWh. Rekening minimum 52 kWh tidak mengikat karena 250 > 52, jadi tagihan = 250 × Rp1.444,70 = Rp361.175.
Contoh 2: daya 2.200 VA, rumah ditinggal sebulan penuh, pemakaian hanya 30 kWh (kulkas dan lampu teras). Biaya pemakaian saja 30 × Rp1.444,70 = Rp43.341 — tetapi rekening minimum 88 kWh berlaku, jadi tagihan = 88 × Rp1.444,70 = Rp127.134.
Perlu dicatat, tagihan nyata yang Anda terima dapat memuat komponen di luar hitungan inti di atas: PPJ daerah (dihitung dari nilai tagihan, persentasenya sama dengan yang berlaku untuk token) dan biaya administrasi kanal pembayaran. Kalkulator di halaman ini menghitung komponen inti PLN supaya Anda bisa memeriksa kewajaran tagihan: jika angka inti saja sudah tidak masuk akal, ada yang salah dengan pencatatan meteran Anda.
Cara menghitung token prabayar
Pada listrik prabayar, Anda membeli rupiah tetapi yang masuk ke meteran adalah kWh. Nominal token tidak seluruhnya menjadi listrik: pertama-tama dipotong PPJ, pajak penerangan jalan yang tarifnya ditetapkan pemerintah daerah — umumnya berkisar 3–10%. Di DKI Jakarta pajak ini sekarang bernama PBJT atas tenaga listrik, dengan tarif 2,4% untuk konsumen rumah tangga (Perda DKI Jakarta No. 1 Tahun 2024). Sisa bersihnya barulah dibagi tarif golongan Anda:
Contoh: token Rp100.000, daya 1.300 VA, PPJ 3%. Potongan PPJ = Rp3.000, nilai bersih Rp97.000, maka kWh = Rp97.000 ÷ Rp1.444,70 = 67,14 kWh. Bandingkan tiga skenario untuk nominal dan daya yang sama: di Jakarta (PBJT 2,4%) isinya 67,56 kWh; di daerah dengan PPJ 10% isinya tinggal 62,30 kWh. Nominal sama, daya sama — isi bisa berbeda lebih dari 5 kWh hanya karena pajak daerah.
Isi token untuk daya 1.300 VA pada beberapa nominal umum (PPJ 3%):
| Nominal token | Setelah PPJ 3% | kWh didapat |
|---|---|---|
| Rp20.000 | Rp19.400 | 13,43 kWh |
| Rp50.000 | Rp48.500 | 33,57 kWh |
| Rp100.000 | Rp97.000 | 67,14 kWh |
| Rp250.000 | Rp242.500 | 167,85 kWh |
Satu komponen lagi yang perlu Anda kenal: biaya administrasi kanal pembelian. Minimarket dan sebagian aplikasi pihak ketiga menambahkan biaya admin sekitar Rp1.500–3.500 per transaksi — umumnya ditambahkan di atas nominal yang Anda bayar, bukan memotong isi token, tetapi selalu periksa struk Anda. Membeli lewat aplikasi resmi PLN Mobile biasanya tanpa biaya admin, dan membeli nominal besar sekaligus lebih hemat daripada berkali-kali nominal kecil bila kanal Anda memotong admin per transaksi.
Pascabayar vs prabayar: perbedaan yang memengaruhi hitungan
Kedua sistem memakai tarif per kWh yang sama persis untuk golongan yang sama. Perbedaannya ada pada cara membayar dan aturan minimumnya:
| Aspek | Pascabayar | Prabayar (token) |
|---|---|---|
| Waktu bayar | Akhir bulan, setelah pemakaian | Di muka, sebelum pemakaian |
| Rekening minimum | Berlaku — 40 jam × daya | Tidak berlaku |
| PPJ | Ditambahkan pada tagihan | Dipotong dari nominal token |
| Risiko | Tagihan "kaget" saat pemakaian melonjak | Listrik padam saat kWh habis |
| Kontrol anggaran | Pasif — sadar setelah tagihan datang | Aktif — isi sesuai anggaran |
Untuk rumah yang sering kosong dalam jangka panjang, pascabayar punya biaya tersembunyi berupa rekening minimum yang terus berjalan; prabayar tidak menagih apa pun saat Anda tidak mengisi. Sebaliknya, untuk pemakaian besar dan stabil, pascabayar menghilangkan risiko listrik padam di tengah malam karena lupa mengisi token.
Kesalahan umum saat menghitung listrik
1. Mengira nominal token adalah nilai listrik penuh. Token Rp100 ribu bukan Rp100 ribu listrik: PPJ dipotong dulu. Pada daya 1.300 VA, perkiraan naif "Rp100.000 ÷ Rp1.444,70 = 69,22 kWh" selalu meleset sekitar 2 kWh.
2. Mengira tarif naik berjenjang mengikuti pemakaian. Tarif rumah tangga PLN flat per golongan. Tagihan naik karena kWh bertambah, bukan karena tarif per kWh berubah — kecuali Anda memang pindah golongan daya.
3. Lupa rekening minimum saat rumah kosong. Mematikan semua peralatan tidak membuat tagihan pascabayar menjadi nol; lantai 40 jam × daya selalu ditagih.
4. Membandingkan isi token antar daerah atau golongan. Tetangga di kota lain atau dengan daya berbeda akan menerima kWh berbeda dari nominal yang sama — itu wajar, bukan kesalahan PLN.
5. Tertukar satuan. Daya terpasang satuannya VA (misal 1.300 VA), pemakaian satuannya kWh. Pertanyaan "listrik 1.300 watt sebulan berapa" hanya bisa dijawab setelah tahu pemakaian kWh Anda bulan itu.
Kapan yang gratis cukup, kapan butuh PRO?
Cukup pakai kalkulator gratis ini kalau Anda: memeriksa kewajaran tagihan bulanan, memperkirakan isi token sebelum membeli, membandingkan biaya pascabayar vs prabayar, atau menghitung biaya listrik rumah/kos sebelum menyewakannya.
Pertimbangkan PRO ($9 sekali bayar) kalau Anda: berjualan online dan listrik toko/gudang adalah biaya operasional yang harus masuk ke hitungan laba per pesanan — PRO adalah template Excel penjual (30 SKU, peringatan rugi otomatis, rekap bulanan, tabel tarif 4 marketplace 2026). Untuk kebutuhan rumah tangga murni, kalkulator gratis ini sudah lengkap dan tidak dikebiri.